A lot of my friends say they feel emberessed when they sing in front of people, but i don't thinks it's emberassing at all. people are so worried about what other peple think that they can't have fun any more. i think it's crazy. when i get up on stage, i just forget what people think of me.
Last year i entered a karaoke competition in my home town, wicklow and i won a place in the national championship. i was so exited! i went up to dublin with all my friends and family, it was fantastic. there were some brilliantsingers there from all over the country and i didn't think i had a chance, but in the end i won second place. was i emberrassed? no, i wasn't!!!
Shanla Brady wicklow, ireland
Asking Opinion
1. What do you think about Karaoke ? they sing in front of people, but i don't thinks it's embarassing at all
2. What is your opinion on Karaoke ? i think it's crazy. when i get up on stage, i just forget what people think of me.
3. How do you feel about Karaoke ? i just forget what people think of me.
4. Do you have any idea Karaoke ? no
5. How about Karaoke? people are so worried about what other peple think that they can't have fun any more. i think it's crazy. when i get up on stage, i just forget what people think of me.
Selasa, Juni 21, 2016
Senin, Juni 20, 2016
Catfish Becomes Major Commodities
BeritaPagi News, Jakarta – The government will make catfish as one of the main commodities that will be maximized for Indonesia’s food self-sufficiency. Coordinator of Minister for maritime Indroyo Susilo said that the election of catfish as the mainstay because catfish is a fish that contain lots of nutrients with cheap price.
“Even though Catfish is the cheapest, it has a lot of animal protein,” he said after a meeting at his office, Jakarta, Thursday (29/01/2015).
Moreover, Indroyono said that catfish has been well known even to the European continent. “We can sell to Europe,” he added. Besides catfish, he also would make other fisheries commodities such as shrimp, grouper, red snapper, tilapia and catfish as the main commodity.
He also said that the government has targeted Indonesian aquaculture production should reach 31.3 million tons. To achieve these targets, the government must meet a few things that could support aquaculture. For the cultivation needs 7 things that must be met, namely, location, seed, feed, medicine, technology and markets. (Amd / NRM)
Sabtu, Desember 19, 2015
TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Keputusan
adalah suatu tindakan yang mengarah pada tujuan tertentu yang dilakukan oleh
seorang orang atau beberapa orang yang berkenaan dengan suatu masalah. Tindakan
tersebut dapat berupa kebijakan pengambilan keputusan yang biasanya bukan
merupakan keputusan tunggal, artinya keputusan diambil dengan cara mengambil
beberapa keputusan yang saling terkait dengan masalah yang ada. Pengambilan keputusan
dapat diartikan sebagai pemilihan alternatif terbaik dari beberapa pilihan
alternatif yang tersedia. Ada beberapa definisi teori pengambilan keputusan
menurut beberapa tokoh diantaranya sebagai berikut.
DEFINISI
TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENURUT BEBERAPA TOKOH:
Ø Fred
Luthans dalam bukunya Perilaku Organisasi menyebutkan bahwa pengambilan
keputusan didefinisikan secara universal sebagai pemilihan alternatif.
Ø Chester
Barnard dalam The Function of the Executive bahwa analisis komprehensif
mengenai pengambilan keputusan disebutkan sebagai suatu “proses keputusan
yang merupakan teknik untuk mempersempit pilihan”.
Ø Sementara
dalam bahanajar DR. Mohammad Abdul Mukhyi, SE., MM bahwa membuat
keputusanadalah “The process of choosing a course of action for dealing with
a problem or opportunity”. Proses pemilihan keputusan untuk kesepakatan
dalam pemecahan masalah.
Ø G.
R. Terry Pengambilan keputusan dapat didefenisikan sebagai “pemilihan
alternatif kelakuan tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada”.
Ø Harold
Koontz dan Cyril O’Donnel Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara
alternatif-alternatif mengenai sesuatu cara bertindak adalah inti dari perencanaan.
Suatu rencana dapat dikatakan tidak ada, jika tidak ada keputusan suatu sumber
yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
Ø Theo
Haiman Inti dari semua perencanaan adalah pengambilan keputusan, suatu
pemilihan cara bertindak. Dalam hubungan ini kita melihat keputusan sebagai
suatu cara bertindak yang dipilih oleh manajer sebagai suatu yang paling
efektif, berarti penempatan untuk mencapai sasaran dan pemecahan masalah.
Ø Drs.
H. Malayu S.P Hasibuan Pengambilan keputusan adalah suatu proses penentuan
keputusan yang terbaik dari sejumlah alternative untuk melakukan
aktifitas-aktifitas pada masa yang akan datang.
Ø Chester
I. Barnard Keputusan adalah perilaku organisasi, berintisari perilaku
perorangan dan dalam gambaran proses keputusan ini secara relative dan dapat
dikatakan bahwa pengertian tingkah laku organisasi lebih penting dari pada
kepentingan perorangan.
Sehingga
dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan erat kaitannya dengan pemilihan
suatu alternatif untuk menyelesaikan atau memecahkan suatu masalah serta
memperoleh kesempatan.
Ø Berdasarkan
kompleksitasnya keputusan organisasi dapat dibedakan menjadi dua kategori,
yakni:
1. Keputusan Terprogram
Merupakan
keputusan yang berulang dan telah ditentukan sebelumnya, dalam keputusan
terprogram prosedur dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang
dialami organisasi. Keputusan terprogram memiliki struktur yang baik karena
pada umumnya kriteria bagaimana suatu kinerja diukur sudah jelas, informasi
mengenai kinerja saat ini tersedia dengan baik, terdapat banyak alternatif
keputusan, dan tingkat kepastian relatif yang tinggi. Tingkat kepastian relatif
adalah perbandingan tingkat keberberhasilan antara 2 alternatif atau
lebih. Jenis pengambilan keputusan ini juga.mengandung suatu respons
otomatik terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Masalah yang bersifat pengulangan dan rutin dapat diselesaikan dengan
pengambilan keputusan jenis ini. Tantangan yang besar bagi seorang analis
adalah mengetahui jenis-jenis keputusan ini dan memberikan atau menyediakan
metode-metode untuk melaksanakan pengambilan keputusan yang terprogram di mana
saja. Agar pengambilan keputusan harus didefinisikan dan dinyatakan secara
jelas.
2. Keputusan Tidak Terprogram
Keputusan ini
belum ditetapkan sebelumnya dan pada keputusan tidak terprogram tidak ada
prosedur baku yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan. Keputusan
ini dilakukan ketika organisasi menemui masalah yang belum pernah mereka alami
sebelumnya, sehingga organisasi tidak dapat memutuskan bagaimana merespon
permasalahan tersebut, sehingga terdapat ketidakpastian apakah solusi yang
diputuskan dapat menyelesaikan permasalahan atau tidak, akibatnya keputusan
tidak terprogram menghasilkan lebih sedikit alternatif keputusan dibandingkan
dengan keputusan terprogram selain itu tingginya kompleksitas dan
ketidakpastian keputusan tidak terprogram pada umumnya melibatkan perencanaan strategik.dan
juga menunjukkan proses yang berhubungan dengan masalah-masalah yang tidak
jelas. Dengan kata lain, pengambilan keputusan jenis ini meliputi proses-
proses pengambilan keputusan untuk menjawab masalah-masalah yang kurang dapat
didefinisikan. Masalah-masalah ini umumnya bersifat kompleks, hanya sedikit
parameter'parameter yang diketahui dan kebanyakan parameter yang diketahui
bersifat probabilistik. Untuk menjawab m'asalah ini diperlukan seluruh bakat
dan keahlian dari pengambilan keputusan, ditambah dengan bantuan sistem
infofmasi. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan keputusan tidak terprogram
dengan baik. Perluasan fasilitas-fasilitas pabrik, pengembangan produk baru,
pengolahan dan pengiklanan kebijaksanaan-kebijaksanaan, manajemen kepegawaian,
dan perpaduan semuanya adalah contoh masalah-masalah yang memerlukan
keputusan-keputusan yang tidak terprogram. Sangat banyak waktu yang dikorbankan
oleh pegawai-pegawai tinggi pemerintahan, pemimpin-pemimpin perusahaan,
administrator sekolah dan manajer organisasi lainnya dalam menjawab masalah dan
mengatasi konflik. Ukuran keberhasilan mereka dapat dihubungkan secara langsung
kepada mutu informasi yang mendasari tugas ini. Contoh kasusnya: keputusan
untuk membangun dan mengembangkan pabrik baru disini kita tidak mengetahu
bagaimana prospek kedepannya apabila, pada saat proses pembangunan berlangsung
terdapat trouble atau kendala-kendala yang pada akhirnya akan menambah
pengeluaran dan memperlambat waktu penyelesaian pabrik tersebut, keputusan
suatu perusahaan untuk melakukan merger karena untuk menghindari kerugian
Disadur dari:
Langkah Dasar Untuk Melakukan Riset Pemasaran
Riset pemasaran
menentukan informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan tersebut; merancang
metode untuk pengumpulan informasi; mengelola dan mengimplementasikan proses
pengumpulan data; menganalisis hasil-hasil yang diperoleh; dan
mengkomunikasikan hasil temuan dan implikasinya”.
Artikel Lainnya: StrategiPemasaran dan Bauran Pemasaran 4P (Marketing Mix)
Langkah sistematis
yang harus dilakukan dalam menjalankan riset pemasaran diantaranya adalah
sebagai berikut:
Merumuskan Masalah
Hal pertama kali
yang harus dilakukan untuk menjalankan riset pemasaran adalah merumuskan
masalah. Proses perumusan masalah ini sangat penting untuk dilakukan agar kita
mengerti betul dengan tujuan yang akan dicapai setelah riset selesai. Pada
dasarnya riset disusun untuk menghasilkan informasi yang akurat dan jelas
sebagai kesimpulan atas permasalahan yang sedang kita hadapi dalam bisnis.
Misalnya
permasalahan kita adalah ingin menentukan besarnya biaya yang akan digunakan
untuk promosi atau iklan. Perumusan masalahnya adalah bagaimana cara mengetahui
besarnya biaya yang diperlukan. Sedangkan kesimpulan yang akan didapat adalah
dalam bentuk kisaran nilai dari biaya promosi yang paling ideal.
Menentukan Desain Riset
Desain riset
dibutuhkan untuk menentukan prosedur secara rinci mengenai cara pengumpulan
data, cara pengujian hipotesa dan kemungkinan melakukan kuesioner dengan
berbagai model yang ditentukan. Penentuan desain riset biasanya didasarkan pada
parameter yang akan diambil untuk menghasilkan sebuah kesimpulan tertentu.
Merancang Metode Pengumpulan Data
Data yang
digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Data primer
merupakan data yang diambil langsung dari lapangan, sedangkan data sekunder
biasanya berupa data yang diambil dari buku, internet, dan pustaka lainnya yang
relevan. Anda perlu menentukan bagamana cara mengumpulkan data-data tersebut
dan dihimpun menjadi sebuah database.
Mengambil Sampel Dan Melakukan Pengumpulan Data
Selanjutnya anda
melakukan pengambilan sampel dan pengumpulan data di lapangan. Anda bisa melakukan
pengambilan sampel didasarkan pada metode sampling yang digunakan, baik itu
probability atau non probability sampling. Seharusnya anda mengetahui tentang
cara pengambilan sampel yang benar.
Melakukan Analisa Dan Interpretasi Data
Sebuah pengumpulan
data tidak akan pernah bisa menjadi sebuah kesimpulan jika tidak dilakukan
analisis dan interpretasi data. Anda bisa mulai dari editing, koding, tabulasi,
analisa statistik dan interpretasi data. Data yang diolah inilah yang akan
memberikan petunjuk pada kesimpulan yang akan anda ambil.
Menyusun Laporan Riset
Laporan riset
pemasaran bisa berupa laporan hasil, kesimpulan serta rekomendasi penelitian
yang diberikan kepada pihak manajemen. Kemudian pihak manajemen akan mengambil keputusan berdasarkan
hasil dari interpretasi data sebelumnya. Laporan riset inilah yang akan menjadi
standar penelitian oleh para eksekutif dalam mengevaluasi manfaat riset
pemasaran.
Minggu, Juni 07, 2015
MAKALAH PERMASALAHAN SOSIAL DAN EKONOMI
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan kita berbagai macam nikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita
jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baik kehidupan di alam dunia ini,
lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semua cita-cita serta harapan
yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat.
Kami mengucapkan terima kasih sebelum dan sesudahnya
kepada Dosen serta teman-teman sekalian
yang telah membantu, baik bantuan moril maupun materil, sehingga makalah ini
terselesaikan dalam waktu yang telah
ditentukan.
Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan, baik dari segi tata
bahasa maupun dalam hal pengkonsolidasian kepada dosen serta teman-teman
sekalian, yang kadangkala hanya menuruti
egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan
makalah kami di lain waktu.
Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini
ialah, mudah-mudahan apa yang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi,
teman-teman, serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi
atau mengambil hikmah dari judul ini sebagai tambahan dalam menambah referensi
yang telah ada.
Depok, Juni
2015
Penulis
( Ardi Putra )
BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulan
Kemiskinan merupakan masalah yang
selalu ada pada setiap Negara. Permasalahan kemiskinan tidak hanya terdapat di
negara-negara berkembang saja, bahkan di negara maju juga mempunyai masalah
dengan kemiskinan. Kemiskinan tetap menjadi masalah yang rumit, walaupun fakta
menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di negara berkembang jauh lebih besar
dibanding dengan negara maju. Hal ini dikarenakan negara berkembang pada
umumnya masih mengalami persoalan keterbelakangan hampir di segala bidang,
seperti : kapital, teknologi, kurangnya akses-akses ke sektor ekonomi, dan lain
sebagainya.
Ada dua kondisi yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi,
yakni kemiskinan alamiah dan buatan. Kemiskinan alamiah terjadi antara lain
akibat sumber daya alam yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah dan
bencana alam. Kemiskinan buatan terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di
masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai sarana
ekonomi dan berbagai fasilitas lain yang tersedia, hingga mereka tetap miskin.
Penyebab orang menjadi miskin adalah
karena ia terjebak dalam perangkap kemiskinan kemiskinan materil, kelemahan
jasmani, isolasi, kerentanan, dan ketidakberdayaan. Ini masalah sosial dan
kultural. Makanya penanggulangan kemiskinan mesti melibatkan transformasi
sosial dan kultural juga, termasuk perubahan nilai-nilai (misal : etos kerja).
Pembagian sesuatu yang gratis adalah langkah tidak karena membudayakan
kemiskinan.
Pembangunan ekonomi yang salah satu
tujuannya menghapus atau setidak-tidaknya mengurangi kemiskinan, dalam
realitasnya justru sering kali menimbulkan kemiskinan baru. Bahkan lebih
daripada sekadar paradoks, realitas kemiskinan diyakini atau paling tidak
disinyalir justru merupakan salah satu produk pembangunan Dalam konteks itulah
pembicaraan mengenai modal menjadi amat relevan sebab faktanya orang kerap kali
menjadi miskin (mengalami pemiskinan) dalam proses pembangunan karena orang
tersebut tidak memiliki cukup modal.
Saran
Bagi peminat studi ilmu sosial
pertanian, makalah ini hanya merupakan bagian terkecil dari sekian banyak
referensi penelitian pengentasan kemiskinan di pedesaan, dan sedikit banyaknya
menjelaskan masalah umum tentang kemiskinan yang bisa diambil dan dimanfaatkan
ilmunya dalam kehidupan bermasyarakat. Apabila ingin mengembangkan untuk
menjadi model penelitian sejenis, akan lebih baik jika referensi yang digunakan
lebih komprehensif dan lebih terarah demi pencapaian maksud yang diinginkan.
Senin, April 27, 2015
SOLIDARITY...?
Solidaritas itu apa sih? Solidaritas adalah rasa kebersamaan,rasa kesatuan kepentingan, rasa simpati, sebagai salah satu anggota dari kelas yang sama. Atau bisa di artikan perasaan atau ungkapan dalam sebuah kelompok yang dibentuk oleh kepentingan bersama.
Contoh solidaritas dalam lingkup kelas entah kenapa gue ga yakin kalau dari pengalaman pribadi gue misalkan ngadain reuni nih tapi yang ngumpul itu-itu aja padahal dulu sempet yakin kita itu kompak dan bakal sama-sama terus sampai tuahalah. Ya mungkin waktu nya ga ada, ada yang merantau, ada yang sebenernya free tapi males dateng karena ada mantan, ada lagi mungkin ga dateng karena dulu nya merasa terasingkan di kelas, ada lagi yang sebenernya free tapi dia bakal dateng kalau sahabat nya juga dateng. Klasik.
Satu contoh lagi dalam lingkup pertemanan yang gue amatin dari beberapa kelompok pertemanan. Ada saat nya saling ngomongin tapi kemudian kalau ketemuan dengan personil lengkap topeng terpasang lagi. Cewek nih kebanyakan. Gue juga cewek dan mengakui pernah ngalamin sendiri.
Belum lagi ada temen lama yang tetiba ngehubungin terus basa-basi dulu baru deh minta bantuan. Itu judul nya “Dateng Kalau Ada Butuh nya Aja”. Mending ke laut aje deh lo kawin sama pesut.
Ada lagi temen yang kayak nya asik banget sama temen baru nya. Terus pas ketemuanjuga jadi orang yang beda. Mending jadi orang yang lebih baik. Ini malah acakadut entah gimana pergaulannya. Nyesek.
Dari pemikiran-pemikiran itu sih gue nganggep solidaritas itu bullshit. Kalau saat ini ada yang bilang “Duh terkesan deh sama kelas kita ini, gue yakin kita bakal kompak terus sampe tua!” Masa? Kalian memang orang-orang yang baik kawan karena kalian telah mengisi cerita hidup yang nanti nya akan bernama kenangan. Tapi gue ga yakin kekompakan itu masih ada apa nggak di masa depan.
Sebelumnya minta maaf banget kalau ada yang beda pendapat sama gue ini bukan nya gue anti-social justru gue seneng banget di kelilingi teman-teman yang baik dan sahabat yang selalu mau dengerin.
Karena yang gue sayangkan, dalam hidup, gue atau kita nggak bisa menghindari fase ‘datang dan pergi’ orang-orang yang kita kenal. Saking seringnya, itu membuat gue lelah kayak nya ya. Pasti pernah lah ngalamin.
Lelah dengan perkenalan, lelah dengan proses adaptasi, lelah dengan kata selamat tinggal.
Analogi nya kita ada di sebuah halte dan bus. Lo akan menyaksikan orang yang datang untuk menunggu bus yang akanmengantarkan ke tujuannya, dan kepergian orang setelah sampai ke tujuan terus dateng lagi orang baru belum lagi lo yang justru harus pergi karena udah sampe tujuan. Dan itulah hidup. Datang dan pergi. Hanya sedikit yang menetap.
Di sisi lain we don’t meet people by accident there are meant to cross our path for a reason.
So, gue tetep bakal menikmati lalu lalang orang-orang sedang dalam perjalanan yang sama kayak gue yaitu menuju tujuan yang terbaik dan pasti nya mereka bakal mengisi kenangan-kenangan yang akan di bawa ke masa depan setelah sampai di tujuan. Kalau udah sampai ke tujuan jangan lupa untuk saling memberi kabar :)
Tapi dalam hal “Gue yakin kita bakal kompak terus sampe tua!”
No, darl.
Nantinya kita akan sibuk sama urusan masing-masing.
CONTOH PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF
METODE INDUKTIF
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab. Contoh paragraf Induktif:
Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti brigdance, salsa, free dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.
METODE DEDUKTIF
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
- Paragraf deduktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf.
- Paragraf induktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf.
Berikut contohnya :
Contoh paragraf deduktif :
- Kebersihan sangat menjadi masalah di sekolah. Ini terjadi karena banyak murid-murid yang tidak sadar akan kebersihan. Padahal “kebersihan adalah sebagian dari iman”.
Contoh paragraf deduktif dari koran :
- KOTA – Jarang ada pasar tradisional yang menyediakan layanan kesehatan seperti pasar Songgolangit Ponorogo. Dinamakan pos kesehatan pasar alias poskespas karena ditujukan melayani pedagang dan pembeli. Tingkat kunjungan pasien mencapai 20 orang perhari kendati letak poskespas itu terpencil di dekat area parkir. “Letakya nyelempit, kalau orang baru pasti bingung mencari, ungkap karmini, salah seorang pedagang yang menjadi pasien setia poskespas Pasar Songgolangit, kemarin (16/8).
- Pos kesehatan di pasar itu memang di khususkan melayani pedagang dan pembeli. Pedagang tidak akan khawatir meninggalkan dagangannya karena haanya berobat masih di kawasan pasar. Mereka dapat antre saat sepi pembeli. “kebanyakan periksa gula darah dan rematik, mayoritas pasiennya berusia tua,” papar Yayuk.(pra/hw)
- Ada juga perda penyelenggaraan pendidikan. Aturan itu juga menggariskan sejumlah kebijakan baru di bidang pendidikan. Misalnya, alokasi bantuan personal kepada sisiwa SD, SMP, SMA/MK swasta. Dengan alokasi itu, siswa tidak mampu tidak perlu khawatir memikirkan biaya membeli seragam, hinnga buku tulis. Sebab, pemkot akan menanggung dalam bentuk barang.
Contoh paragraf induktif :
- Maka dari itu saya sangat setuju dengan adanya kegiatan kerja bakti seminggu sekali. Karena, jika lingkungan hidup bersih maka kita juga akan sehat.Maka dari itu, kegiatan kerjanbakti sangat penting di lingkungan sekolah.
Contoh paragraf induktif dari koran :
- Padalah DPRD Surabaya sudah memproduksi banyak perda. Bila dihitung dari awal 2012, jumlah perda yang di sahkan DPRD mencapai belasan aturan. Namun, sampai kini tak pernak ada proses pengenalan kepada masyarakat.
- Dalam APBD 2012, terungkap dana tersebut mencapai RP 248 juta. Berdasar alokasi anggaran, sosialisasi sedianya dilakukan terhadap dua ribu orang. Namun, sampai sekarang dana itu masih utuh alias tak terpakai sama sekali.
Indonesia adalah negeri yang beraneka ragam. bangsa yang multikultur,banyak sekali kebudayaan yang tersebar dari ujung barat ampai ujung timur. Kebudayan nasional yang menjadi ciri khasbangsa khususnya.sebagai warga yang hidup di Indonesia, sebaiknya saat ini kita harus berpikir bahwa kebudayaan Indonesia mulai harus dijaga. Kenapa kebudayaanbangsa Indonesia harus dijaga? Ada beberapa faktor yang menyebabkan kebudayaan Indonesia harusdijaga. Diantaranya, banyak orang yang tidak mengenal budayanya sendiri.
Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia lebih banyak menyebabkan seseorang malas untuk mengetahui bahkan untuk mengenalnya. sehingga tak heran jika ada orang yang tidak tahu tentang kebudayaan Indonesia. Bahkan dia sempat aneh dan terheran-heran jika melihat tari kecak misalnya atau mendengarkan lagu soleram. karena dia tak pernah mengetahuinya dan memang tak pernah mau tahu.
Tak hanya itu, globalisasi atau medernisasi yang terjadi pada dunia saat ini mempunyai pengaruh besar terhadap kelestarian budaya Indonesia. Melalui modernisasi kebudayaan dengan mudah kebudayaan asing dapat masuk ke Indonesia. Dan memang tidak mengherankan, kita bisa lihat dengan jelasdari beberapa media, kebudayaan asing telah merambah luas ke seluruh penjuru nusantara. Kebudayaan-kebudayaan asing ini ternyata lebih mudah membudaya dari pada kebudayaan asli yang sudah ada. Contohnya saja dalam cara berpakaian, kita lebih sering mengikuti orang-orang di luar sana untuk cara berpakaian.
perbedaan persuasi
Rabu, April 01, 2015
Pengertian Fraud(Kecurangan) dalam Dunia Akuntansi
Dalam akuntansi, dikenal dua jenis kesalahan yaitu kekeliruan ( error ) dan kecurangan ( fraud ). Kedua jenis kesalahan ini dapat bersifat material dan non material. Perbedaan antara kedua jenis kesalahan ini hanya dibedakan oleh jurang yang sangat tipis, yaitu ada atau tidaknya unsur kesengajaan. Untuk itu dibutuhkan keahlian profesional untuk bisa membedakan antara kedua jenis kesalahan tersebut. Standarpun mengenali bahwa sering kali mendeteksi kecurangan lebih sulit dibandingkan dengan kekeliruan karena pihak manajemen atau karyawan akan berusaha menyembunyikan kecurangan itu.
Fraud merupakan suatu perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh pihak didalam maupun luar organisasi, dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau kelompok yang secara langsung merugikan orang lain. Secara umum fraud terdiri dari dua golongan, yaitu pengelapan aktiva ( misapporopriation ) dan kecurangan pelaporan keuangan ( fraudulen financial reporting ). Dalam tulisan ini akan dibahas khusus mengenai kecurangan dalam laporan keuangan (financial statement fraud).
Contoh Kasus Fraud(Kecurangan) yang Pernah Terjadi
1. Luar Negeri
Perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Amerika Serikat, mengakui telah Melakukan skandal akuntansi yang menyebabkan perdagangan sahamnya di bursa NASDAQ terhenti. Beberapa minggu kemudian, WorldCom menyatakan diri bangkrut. Perusahaan telah memberi gambaran yang salah tentang kinerja perusahaan dengan cara memalsukan milyaran bisnis rutin sebagai belanja modal, sehingga labanya overstated sebesar $11 milyar pada awal 2002. Perusahaan juga meminjamkan uang lebih dari $400 juta kepada Chief Executive Officer (CEO)-nya waktu, Bernard Ebbers, untuk menutupi kerugian perdagangan pribadinya. Ironisnya meski di dakwa telah melakukan pemalsuan, konspirasi dan laporan keuangan yang salah, mantan CEO WorldCom tersebut mengaku tidak bersalah (Mehta, 2003; Klayman, 2004; Reuters, 2004).
2. Dalam Negeri
PT Kimia Farma adalah salah satu produsen obat-obatan milik pemerintah di Indonesia. Pada audit tanggal 31 Desember 2001, manajemen Kimia Farma melaporkan adanya laba bersih sebesar Rp 132 milyar, dan laporan tersebut di audit oleh Hans Tuanakotta & Mustofa (HTM). Akan tetapi, Kementerian BUMN dan Bapepam menilai bahwa laba bersih tersebut terlalu besar dan mengandung unsur rekayasa. Setelah dilakukan audit ulang, pada 3 Oktober 2002 laporan keuangan Kimia Farma 2001 disajikan kembali (restated), karena telah ditemukan kesalahan yang cukup mendasar. Pada laporan keuangan yang baru, keuntungan yang disajikan hanya sebesar Rp 99,56 miliar, atau lebih rendah sebesar Rp 32,6 milyar, atau 24,7% dari laba awal yang dilaporkan. Kesalahan itu timbul pada unit Industri Bahan Baku yaitu kesalahan berupa overstated penjualan sebesar Rp 2,7 miliar, pada unit Logistik Sentral berupa overstated persediaan barang sebesar Rp 23,9 miliar, pada unit Pedagang Besar Farmasi berupa overstated persediaan sebesar Rp 8,1 miliar dan overstated penjualan sebesar Rp 10,7 miliar.
Kesalahan penyajian yang berkaitan dengan persediaan timbul karena nilai yang ada dalam daftar harga persediaan digelembungkan. PT Kimia Farma, melalui direktur produksinya, menerbitkan dua buah daftar harga persediaan (master prices) pada tanggal 1 dan 3 Februari 2002. Daftar harga per 3 Februari ini telah digelembungkan nilainya dan dijadikan dasar penilaian persediaan pada unit distribusi Kimia Farma per 31 Desember 2001. Sedangkan kesalahan penyajian berkaitan dengan penjualan adalah dengan dilakukannya pencatatan ganda atas penjualan. Pencatatan ganda tersebut dilakukan pada unit-unit yang tidak disampling oleh akuntan, sehingga tidak berhasil dideteksi. Berdasarkan penyelidikan Bapepam, disebutkan bahwa KAP yang mengaudit laporan keuangan PT Kimia Farma telah mengikuti standar audit yang berlaku, namun gagal mendeteksi kecurangan tersebut. Selain itu, KAP tersebut juga tidak terbukti membantu manajemen melakukan kecurangan tersebut.
Selanjutnya diikuti dengan pemberitaan di harian Kontan yang menyatakan bahwa Kementerian BUMN memutuskan penghentian proses divestasi saham milik Pemerintah di PT KAEF setelah melihat adanya indikasi penggelembungan keuntungan (overstated) dalam laporan keuangan pada semester I tahun 2002. Dimana tindakan ini terbukti melanggar Peraturan Bapepam No.VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan poin 2 – Khusus huruf m – Perubahan Akuntansi dan Kesalahan Mendasar poin 3) Kesalahan Mendasar, sebagai berikut:
“Kesalahan mendasar mungkin timbul dari kesalahan perhitungan matematis, kesalahan dalam penerapan kebijakan akuntansi, kesalahan interpretasi fakta dan kecurangan atau kelalaian. Dampak perubahan kebijakan akuntansi atau koreksi atas kesalahan mendasar harus diperlakukan secara retrospektif dengan melakukan penyajian kembali (restatement) untuk periode yang telah disajikan sebelumnya dan melaporkan dampaknya terhadap masa sebelum periode sajian sebagai suatu penyesuaian pada saldo laba awal periode. Pengecualian dilakukan apabila dianggap tidak praktis atau secara khusus diatur lain dalam ketentuan masa transisi penerapan standar akuntansi keuangan baru”.
Analisis
Sebagai akuntan hendaklah menjunjung tinggi kejujuran dan independensi dalam mengemban tugas sebagai akuntan, terlebih sebagai KAP. Hasil dari audit yang dilakukan oleh KAP sangat berpengaruh terhadap banyak orang, sehingga hasil yang dikemukakan haruslah sebenar-benarnya agar tidak merugikan banyak pihak.
Tidak akan terjadi suatu kecurangan jika tidak ada kesempatan untuk berbuat curang, begitu pula dalam dunia akuntansi, sehingga akan lebih meminimalisir jika sistem dibuat sedemikian rupa hingga tidak ada celah untuk terjadinya suatu kecurangan.
Sabtu, Maret 28, 2015
Permasalahan kebijakan
Dalam kehidupan ini setiap manusia maupun
golongan mempunyai kepentingan dan untuk memenuhinya biasanya dia membutuhkan
orang maupun golongan lain. Setiap insan merupakan produsen barang-barang atau
jasa-jasa tertentu dan merupakan konsumen barang-barang atau jasa-jasa yang
lain. Seorang guru menjadi produsen jasa pendidikan dan merupakan konsumen
makanan, pakaian, angkutan kota dan lain-lain, karena itu kehidupan ini
merupakan pasar (transaksi) antar individu dan kelompok. Pasar yang bebas dan
adil diperlukan oleh masyarakat. Walaupun demikian, apabila pemaksaan
kepentingan individu atau golongan tidak dibatasi sehingga merugikan yang lain
atau kebebasan berpartisipasi anggota masyarakat secara adil tidak terjadi maka
akan terjadi kegagalan pasar (market failures).
Kita
mendirikan pemerintahan dengan harapan adanya keadilan disamping dipenuhinya
kebutuhan masyarakat. Keadilan adalah bukti cinta pemerintah kepada rakyat
sehingga rakyat akan mencintai pemerintahnya dan akan berpartisipasi pada
pembangunan secara maksimal. Keadilan disini adalah dalam segala hal, baik
dibidang politik (demokrasi), bidang hukum (peradilan) bidang sosial
(pemerataan) maupun bidang ekonomi (mengatasi kegagalan pasar). Tugas utama
pemerintah adalah menerapkan keadilan, menyelenggarakan demokrasi,
menyelenggarakan pemerintah adalah melaksanakan desentralisasi, mengatur
perekonomian, menjaga keamanan, menjaga persatuan dan memelihara lingkungan,
melindungi hak asasi manusia, meningkatkan kemampuan dan moral masyarakat.
Tugas pemerintah dalam perekonomian adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan
memenuhi kebutuhan barang publik (alokasi), mengurangi inflasi dan pengangguran
(stabilisasi), dan melaksanakan keadilan sosial (distribusi).
Pemerintahan
dilaksanakan oleh badan eksekutif (pelaksana), legislatif (pengontrol) dan
judikatif (keadilan) yang semuanya bertanggung jawab kepada rakyat. Dalam
melaksanakan pemerintahan diperlukan demokrasi (untuk memilih dan mengontrol
aparat pemerintahan), aparat pemerintah (birokrat), institusi pemerintah
(birokrasi) dan pembagian tugas dan wewenang (desentralisasi).
Kegagalan
pasar dapat terjadi karena ketimpangan pasar, barang publik, pengabaian
eksternalitas baik fisik maupun sosial, preferensi, asimetri informasi,
ketidakpastian, alokasi antar waktu dan biaya penyesuaian. Ketidak sempurnaan
pasar terjadi karena adanya monopoli, monopsoni, oligopoli dan oligopsoni.
Walaupun tugas pemerintah adalah menegakkan keadilan
tetapi dalam pelaksanaannya pemerintahan dapat juga berbuat tidak adil, karena
kepentingan pribadi atau golongan ditempatkan diatas kepentingan umum, maka
terjadi kegagalan pemerintah (government failures). Kegagalan pemerintah meliputi permasalahan
demokrasi yang menyangkut keadilan pelaksanaannya, permasalahan birokrat yang
meliputi nepotisme, kolusi, korupsi (KKN) dan ketidak efisienan partisipasi
mereka, permasalahan birokrasi yang menyangkut ketidak efisienan, ketidak
jelasan serta ketidaklengkapan dan ketiadaan peraturan pemerintah dan masalah
desentralisasi yang menyangkut implementasinya serta ketidakjelasan pembagian
tugas dan dana.
Minggu, Oktober 19, 2014
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Ada dua dari faktor-faktor yang mempengaruhi
perilaku konsumen, yaitu kekuatan sosial budaya dan kekuatan
psokologis. Kekuatan sosial budaya terdiri dari faktor budaya, tingkat
sosial, kelompok anutan (small reference groups) dan keluarga.
Sedangkan kekuatan pisokologis terdiri dari pengalaman belajar,
kepribadian, sikap dan keyakinan, gambaran diri.
1.
Kekuatan Sosial Budaya
a.
Faktor budaya
Budaya dapat di
definiskan sebagai hasil kreativiras manusia dari satu generasi ke generasi
lainnya yang sangat menentukan bentuk perilaku dalam kehidupan sebagai anggota
masyarakat.
Implikasi umum dari
perubahan budaya untuk ahli permasalahan adalah sebagai berikut :
1.
Psikologis untuk
cenderung bebas dari ketidak amanan ekonomis. Konsumen menunjukan :
ü Kecenderungan kearah meningkatkan kekuatan
fisik
ü Kecenderungan kearah personalisasi
2.
Kecenderungan pada
paham antifungisonal. Konsumen menunjukan :
ü Kecenderungan kearah aliran romantis baru
ü Kecenderungan ke arah suatu yang baru dan
suatu perubahan
3. Kecenderungan rekasi melawan komplekas Konsumen
menunjukan :
Kecenderungan ke arah
hidup sederhana
Kecenderungan kembali kepada alam
b. Faktor Kelas Sosial
Kelas sosial
didefiniskan sebagai suatu kelompok yang terdiri dari sejumlah orang yang
mempunyai kedudukan yang seimbang dalam masyarakat.
c. Faktor kelompok anutan (small refrence group)
Didefinisikan sebagai
sutau kelompok orag yang mempengaruhi sikap, pendapat, norma dan perilaku
konsumen. Kelompok ini merupakan kumpulan keluarga, kelompok atau organisasi
tersebut.
d. Faktor keluarga
Suatu unit masyarakat
kecil yang perilaku sangat mempengaruhi dan menentukan dalam pengambilan
keputusan membeli.
2.
Kekuatan Faktor
Pisikologis
a.
Faktor pengalaman
kerja
Belajar adalah satu
perubahan perilaku akibat penalaman sebelumnya. Perilaku konsumen dapat
dipelajari karena sangat dipengaruhi oleh pengalam belajarnya. Pengalaman
belajar konsumen akan menentukan tindakan keputusan membeli.
b.
Faktor Kepribadian
Kepribadian konsumen
sangat ditentukan oleh faktor internal dirinya. Pelayanan yang di tampilkan
pramuniaga toko sangat pula dipengaruhinya.
c.
Faktor sikap dan keyakinan
Sikap dan keyakinan sangat berpengruh dalam
menenentukan suatu produk, merk dan pelayanan. Keyakinan komsumen terhadap
suatu merk dapat di ubah mealaui kominikasi persuasif.
d.
Konsep diri atau self
concept
Perlu menciptakan
sesuatu yang sesuai dengan yang di harapkan oleh konsumen.
Langganan:
Postingan (Atom)